<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967966072267664997</id><updated>2011-04-21T19:33:35.696-07:00</updated><title type='text'>WONG DESO CERPEN</title><subtitle type='html'>Wong deso adalah sebuah blog yang diciftakan untuk merangkul orang-orang yang ssedang patah hati untuk terus mencari cinta sejatinya.selain itu blog ini juga diciftakan untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatn saya sebagai mahasiswa d3-tkj.untuk itu hari ini selasa tanggal 29 april 2008 secara resmi blog WONG DESO dinyatakan sah dipublikasikan dengan resmi oleh fropesor TONGKOSE.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seloge.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967966072267664997/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seloge.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gede Suartika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16591835724184293570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_Dq6683HNcjg/TAORb6QysLI/AAAAAAAAAR4/jYdof4p_MVs/S220/1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967966072267664997.post-8573349826381296333</id><published>2008-05-20T21:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T21:47:44.701-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 180%; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;cerpen bersambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;NALURI MIMPI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 130%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Remblan bersinar terang .cahayanya memantulkan terang di lautan .sesekali riak gelombang memecah keheningan malam tersibak moncong perahu kecilku kala ku kayuh dayungku .Bersamaan dengan riak itu angin berhembus sembari mengibas-ngibaskan rambut sebahu gadis di sampingku .Ia tersenyum ,lesung pipinya yang indah begitu kentara mengukir kecantikan sempurna di wajahnya ,mirip sekali dia dengan intan nuraini.&lt;br /&gt;“sayang !” kataku gombal ,”kamu cantik deh!”&lt;br /&gt;”Ihh! Gombal!” jawabnya manja.&lt;br /&gt;”Ihhh! Saipa yang gombal ?” Tepisku cepat,”kamu memang cantik kok!” sambungku lagi sambil berusaha memeluk pinggangnya.Dia nampak bahagia kupeluk.&lt;br /&gt;Perahuku terus melaju ke tengah lautan ,dan semakin ketengah air semakin tenang .sungguh suasana malam yang begitu indah.apa lagi terangnya laut diiringi dengan kelap-kelip bintang yang bertaburan dilangit.pembicaraan kamipun semakin romantis saja.&lt;br /&gt;”Yaaang! Aku tak menyangka bisa jadi pasarmu ”kataku dengan raut muka bahagia ,”kamu cantik ,moidel,incaran cowok satu sekolah lagi!” Berlahan pelukanku semakin mengerat .&lt;br /&gt;”Memangnya kenapa kalau aku cantik ,model....!!!” dia terdiam rambutnya yang tertiup angin menutupi pandangannya ,” nggak boleh aku pacaran sama kamu?”&lt;br /&gt;”Ohh! Boleh donk !”jawabku cepat ”dan aku ini beruntung banget lho! Bisa pacaran sama kamu,” sambungku lagi.&lt;br /&gt;”kau benar-benar mencintai aku kan ?”Tanyanya lagi sambil mencubit pinggangku .&lt;br /&gt;”Auuuuuu!!!!”teriaku kesakitan ”sakit sayang !”&lt;br /&gt;”Biarin”jawabnya acuh .&lt;br /&gt;”Darling,listen!Listen!&lt;br /&gt;Ke dermak beli kain batik ,&lt;br /&gt;Beli jamu kekalkuta”&lt;br /&gt;”Apa nggak kejauhan ”&lt;br /&gt;”Dari banyak wanita cantik,&lt;br /&gt;hanya kamu yang aku cinta”&lt;br /&gt;”Benerrrr!”&lt;br /&gt;”Swerrrrrr! Ngak Kesambar petir!!!!”&lt;br /&gt;”Uhhh!!! Benciii!benci!!!” gerutunya sambil memukul-mukaulkan tangannya ke dadaku .canda rayu terus mengiringi malam yang berbahagia ini.Dunia ini serasa milik kami berdua .Dinginnya malam sama sekali tak kami hiraukan malah aku semakin heppy karena bisa mengeratkan pelukanku untuk menghangatkan malam yang dingin ini.Tak akn terlupakan malam bahagia dan penuh kasih ini.&lt;br /&gt;”Yanggg! Kataku pelan menahan kantuk,”aku bahagia banget bisa berdua-duaan dengan kamu malam ini”&lt;br /&gt;Dia membangunkan kepalanya setelah tadi ia sandarkan di bahuku ,aku membelai-belai rambutnya .&lt;br /&gt;”Aku juga .....”diam sejenak ”happy banget!” Dia memeluk pinggangku lalu menatapku penuh arti.&lt;br /&gt;”Aku sayang kamu ” kataku dengan sedikit berbisik .&lt;br /&gt;”Aku juga sayang sama kamu!”Suaranya pelan seakan mengisyaratkan sesuatu ,Berlahan matanya terpejam ,bibir tipisnya nampak merekah seakan menantikan sebuah kecupan mesra dariku.sadar akan hal itu ,berlahan aku miringkan kepalaku .selow tapi pasti bibirku mengarah kebibirnya .”Wahhhh! Ini pasti kan menjadi ciuman pertamaku!” Teriaku dalam hati.Perahkau yang miring sebelah bergoyang-goyang sama sekali tak aku hiraukan .Dua senti lagi,satu senti lagi @@@@$$$$ semua gelap?????? ”Byuuurrrrrrrrr!!!!!!”&lt;br /&gt;”Doniiii!!!!!! Ayooo! Bangun ,bangun !!!!” Di sampingku ibu sedang berkacak pingang,matanya melotott ,di tangan kanannya nampak ember kecil berwarna Merah.&lt;br /&gt;Muka dan rambutku basah kuyup .Ibu telah menyiramku dengan sadis hingga aku benar-benar basah.”UUUhhhh!!!! Ibu ,”Grutuku agak kesal ”Ngganggu aja padahal lagi sedikit tadi !!!” Aku benar-benar sadar sekarang .Ternyata aku tadi hanya bermimpi ,bermimpi dengan Rina cewek tercantik disekolahku .&lt;br /&gt;”Sedikit lagi! Sedikit lagi !!! Mau Ibu siram lagi ”Ancam Ibu dengan nada marah.&lt;br /&gt;”jangan!! Jangan!!!” sahutku cepat .&lt;br /&gt;” Ayooo!! Sana mandi sudah siang”&lt;br /&gt;”yaaa!!Buuuu, yaaaa!!!”aku menoleh jam bekerku ,”mati aku sudah jam tujuh”teriak aku sambil berlari kearah kamar mandi, aku tak menghiraukan lagi celanaku yang kedodoran hingga aku lari jingkrak-jingkrak.Ibu tertawa geli melihatku dan setelah itu iapun kembali mengomel.aku tak menghiraukannya ,aku hanya sibuk mandi karena aku tahu betul kalu aku akan terlambat sekali hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tergesa-gesa aku berlari kearah ruang kelasku ,tentu saja dengan terlebihdahulu kucung-kucinggan dengan Pak sapam berkumis tebal sekolahku.suasana sekolahku sudah sepi .tak ada satupun siswa yang berkeliaran diluar kelas.Rupanya KBM sudah dimulai dari tadi .Akhirnya dengan gaya ninja Hatori hampir kesemsem aku sampai juga di depan kelasku .&lt;br /&gt;” Tok,tok,tokkkk!!!!”Aku mengetuk pintu kelasku .Semua mata yang ada dalam kelas tertuju padaku .Guru matematikaku yang terkenal kiler menghentikan kegiatannya .Kacamatanya sedikit diturunkan ,lalu menatapku dengan pandangan menakutkan .aku melangkahkan kakiku kearahnya untuk melapor.&lt;br /&gt;”Huuuuuu!!!!!!” Seru teman-temanku .”Si Dewa mimpi kesiangan ,Huuuu!!!”sambung salah satu teman kelasku lagi.&lt;br /&gt;”Diam ”Bentak pak guru keras .aku yang sudah dekat terkejut jadinya ,sampai-sampai kakiku yang hendak melangkah kedepan menjadi melangkah kebelakang karena karena saking terkejutnya .Teman-temanku menutup mulut mereka karena menahan tawa melihat hal tadi.Namun kelas cepat menjadi sepi kala pak sugeng nama guruku ini melototkan matanya kearah mereka .&lt;br /&gt;” Maaf Pak saya terlambat ”Kataku sambil menunduk .&lt;br /&gt;”Yaa, saya tahu kamu terlambat ,kamu sering saya lihat terlambat .Apa alasan kamu terlambat sekarang ?”&lt;br /&gt;”Ohh! Tadi pagi saya mimpi bermesraan dengan Rina dan ham......”Wah aku keceplosan .&lt;br /&gt;“Huuuuuu!!!!!! Dasar Dewa Mimpi “teriak teman-temanku lagi.&lt;br /&gt;”Diaaaammm!!!”Bentak Pak sugeng lagi ”hampir kenapa ?” Tanya Pak sugeng rada penasaran .Mati aku ,aku diam sejenak kemudian senyumku mengembang ,”hampir kencing Pak!” mendengar jawabanku ini teman-temanku tertawa terbahak-bahak!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;OLEH : WONG DESO(SUARTIKA)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967966072267664997-8573349826381296333?l=seloge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967966072267664997/posts/default/8573349826381296333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967966072267664997/posts/default/8573349826381296333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seloge.blogspot.com/2008/05/cerpen-bersambung-naluri-mimpi-remblan.html' title=''/><author><name>Gede Suartika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16591835724184293570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_Dq6683HNcjg/TAORb6QysLI/AAAAAAAAAR4/jYdof4p_MVs/S220/1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8967966072267664997.post-2035178693758633418</id><published>2008-05-05T19:59:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T21:49:56.767-07:00</updated><title type='text'>CERPEN</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;DIA KENA AKU KENA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:16;" &gt;M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;atahari pagi menampakan dirinya ,sinarnya yang masih kemerah-merahan menyeruak masuk menembus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelambu jendela dan menarangi hampir setengah ruangan kamar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hotel no.34 melati ini.si penghuni menggeliatkan tubuhnya .jemarinya mengucek-ngucek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;matanya yang masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;silau oleh sinar sang mentari .sesekali ia menguap .diwajah nya nampak sisa-sisa kelelahan dan kepayahan .ia masih menyelimuti dirinmya dengan seprai.ia nampak begitu kedinginan soalnya BH,baju dan Roknya masih dibiarkan nya tercecer dilantai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; bangun om!” Printah gadis itu kepada teman tidurnya.”Ommm!”perintah gadis itu lagi sambil mengocok-ngocok tubuh gimbal teman tidurnya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lelaki gimbal yang yang kepalanya sudah botak itu menggeliat.Tangan kanannya menggaruk-garuk pantatnya yang kurapan .ia juga sibuk menghusap-husap pipinya yang tertempel cairan putih seperti kapur hasil dari pabrik mulutnya yang tak disikatnya sebelum tidur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Om ,bangun donk &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt;!”Rayu gadis itu lagi”&lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; nggak kerja apa?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Lelaki itu menyipit-nyipitkan matanya ,mungkin karena silau kena sinar matahari pagi”Nggak ahh! Malas”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ya sudah kalau begitu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yu kamu hebat ya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tadi malam .”puji lelaki itu kepada Ayu sambbil meraba-raba kedalam selimut Ayu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hebat sih hebat akunya jadi kelelahan &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“selimutnya dibuka donk Yu! “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nggak Ahhh! &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku mau mandi.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Nanti aja ,layani akku lagi ya!”pinta lelaki botak itu yang rupanya sudah bernafsu lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“sudah siang om aku mau mandi lalu pulang.”sahut Ayu sambil beranjak dari tempat tidur yang seprainya masih bau amis.lelaki botak itu menarik selimut Ayu.selimut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itupun terlepas dari tubuh Ayu dan bisa ditebak tubuh Ayu yang putih mulus itupun kini telanjag tanpa ditutupi sehelai benang pun .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“jangan donk &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; aku mau mandi ,tubuhku masih bau Lho!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“biarin,pokoknya kamu harus layani aku lagi”lelaki itu benar-benar bernafsu sekali senjatnya sudah tegak menantang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Om udah donk &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt;,geli ahh!”pelas Ayu kebata sibotak yang telah merebahkannya keranjang dan menciuminya bertubi-tubi.Ayu tak bisa mengelak lagi lelaki botak itu sudah terlalui bernafsu.dan acara pacuan kuda yang melelahkan itupun kembali berlangsung diranjang empuk itu,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hidup ini penuh dengan lika-liku ,itulah yang dialami Ayu yang kini sudah menjadi menjadi seorang pelayan nafsu para lelaki hidung belang..Dulunya Ayu adalah seorang mahasiswi sebuah sekolah tinggi suasta di Denpasar.Karena orang tuanya takmampu lagi membiayai kuliahnya ia berusaha bekerja sebagai pelayan toko.ini ternyata tidak begitu membantu dirinya untuk terus bisa melanjutkan kuliahnya .Ia kebingungan,dan saat seperti itulah ia bertemu dengan teman SMA nya dulu yang berfropesi sebagai seorang wanita penghibur di salah satu café di kota Denpasar.Temannya itu menawarinya pekerjaan .awalnya dewi tak tahu pekerjaan apa yang ditawarkan oleh temannya itu,tapi sidah cukup jelas bagi Ayu ketika ia dibawa kesebuah kamar hotel yaitu menjual dirinya.Ia sempat menolak tapi karena rAyuan temannya itu dan iming-iming uang yang bagi dirinaya sangat banyak iapun rela menjual dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah kejadian itu Ayu begitu giat menjalankan profesi barunya itu.apa lagi menurut temannya, Ayu sangat cocok menjalani profesi seperi itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena wajah Ayu yang cantik dan dan tubuh Ayu yang putih dan sexy sangat mendukung sekali kedudukannya sebagai seorang wanita penghibur.ia tak pernah sepi pelanggan dan iapun bergelimangan uang.kuliahnya tak dihiraukannya lagi”untuk apa kuliah orang saya sudah gampang cari uang.”itu yang selalu dikatakannya dalam hati jika ia teringat dengan kuliahnya.apalagi orangtuanya juga tak mempedulikan masalah kuliahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memang profesinya yang sebagai seorang pemuas nafsu lelaki itu cukup banyak memberinya uang.mungkin karena itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia tak mempedulikan bahwa pekerjaanya itu sangat berisiko.Misalnya risiko ketularan penyakit kelamin dan Virus HIV aids ,”Ahh! Nggak mungkin aku ketularan penyakit seperti itu,pelanggan-pelangganku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; bos-bos besar,apalagi aku sehat-sehat aja.”itu yang selalu dikatakan pada dirinya jika ia ingat akan risiko pekerjaanya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai seorang wanita penghibur bukan berarti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia lepas akan yang namanya jatuh cinta .tujuh bulan yang lalu ia berkenalan dengan sorang pria tampan yang bernama Roni .Ayu bertemu dengan Roni tak sengaja di sebuah mol.Roni sangat perhatian kepada Ayu ,ia rupanya jatuh cinta kepada Ayu dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akhirnya Roni pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meminta Ayu sebagai pacarnya.Ayu sempat menolak ajakan Roni walaupun Ayu juga sangat mencintainya. Tapi Roni benar-benar cinta kepada Ayu .Ayu pun akhirnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menerima juga cinta Roni walaupun dengan perasaan takut kalau-kalu Roni akan tahu pekerjaannya itu.Tapi sudah Enam bulan berlalu rahasia Ayu aman-aman saja.Mungkin karena Roni terlalu sibuk di kantornya hingga ia tak tahu menahu apa pekerjaan kekasihnya.walaupun begitu rasa takut akan kehilangan Roni jika Roni tahu pekerjaanya tetap mengahantui pikiran Ayu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari sudah beranjak siang .Teriknya sang mentari serasa membakar kulit.”Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mas,kembalianya ambil aja !”kata Ayu sambil menyodorkan uang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kertas Rp.50.000.kepada seorang supir taxi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Terima kasih Dik.”supir taxi itupun berlalu dari hadapan Ayu .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan &lt;span style="line-height: 150%;font-size:18;" &gt;sisa-sisa kelelahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ayu melangkahkan kakinya ke Arah Rumah kontrakannya yang tak begitu jauh dari jalanan.”Dasar si Botak maunya gituan melulu,aku jadi kecapekan begini lagi !”Grutu Ayu dalam hati.”Lho! pintunya kok kebuka,padahalkan aku sudah knci kemarin”Ayu keherannan karena pintu rumah kontrakannya sudah terbuka.Dengan pelan-pelan Ayu melangkahkan kakinya kedalam.Ayu sempat terkejut setelah mengetahui kalau dihadapannya sudah berdiri seorang pria yang sudah tak asing bagi dirinya.Roni ,dialah yang di hadapannya itu.Ia sepertinya sedang marah ,matanya melotot dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merah ,napasnya mendengus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Roni,Ronii! Kirain siapa ,aku kangen nih!”Ayu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergegas memeluk Roni yang sudah lama tak bertemu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi dengan cepat Roni lalu mendorong Ayu dengan keras hingga rebah di sopa warna coklat dekat pintu.Ayu nampak kesakitan ,ia heran dengan tingkah Roni yang tiba-tiba ganas itu.biasanya Roni selalu lembut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merebahkan tubuh Ayu di sopa saat cinta mereka berubh menjadi nafsu birahi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Roni mendekat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lalu menjambak rambut Ayu ,”Dasar pelacur !!!” Semprot Roni ,“Kau pelacur ,kenapa kau tak mengatakn kalau kau adalah pelacur “ Ron benar-benar marah ia lalu menampar Ayu dengan begitu keras.Ayu menagis kesakitan.”Sakit Ron! Sakittt!” sahut Ayu sambil menangis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Apa sakit,dasar pelacur ,kau tak tahu hatiku lebih sakit dari ini.”Roni melepaskan jambakannya lalu mendorong kepala Ayu hingga ia tersungkur .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Betapa bodohnya aku ini! Ahhhhhh!” Roni mengacak-acak rambutnya ,”Bodoh! Bodohh!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bisa-bisanya kamu menuduh aku seperti itu Ron!”sahut Ayu yang masih menangis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Kau masih mengelak hahhh?” Roni kembali berang tapi sudah tak seberang tadi ,ia sepetinya kasihan melihat orang yang pernah dicintainya menangis karena kesakitan itu.”Aku melihat dengan mataku sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di hotel itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kau dengan Pak Bram&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;,Bos ku yang botak itu sedang…Ahhhhhhhh!”Roni memukulkan tangannya ketembok berkali-kali ,”dan kata salah seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karyawan yang mengatakan kalau kau sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyewa kamar dihotel itu untuk melayani pelanggan-pelangganmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah cukup jelas bagiku kalau kau itu adalah Pelacur!” Roni kemudian meremas kedua lengan Ayu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan keras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lalu berteriak ,”Kau Pelacurr!!!! Jauh-jauh kau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari kehidupanku!” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ron! Maaf &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; aku Ron,aku tahu aku salah “ Ayu memeluk kaki Roni”jangan tinggalkan aku Ron aku masih mencintaimu,Please!!!!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Apa cinta ,tak ada kata cinta untuk pelacur laknat sepertimu,menjauh kau dariku!” Roni lalu mendorong tubuh Ayu dengan keras ,”Aku tak mau bertemu kamu lagi,jika itu kau lakukan aku tak menyesal untuk membunuhmu.”Roni lalu melangkahkahkan kakinya dan meninggalkan Ayu ,pintu kamar yang terbuka dibantingnya dengan keras .Ayu berusaha mengejar Roni hendak menyusul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun sepertinya badannya lemas sekali dan iapun terjatuh.Ayu hanya bisa berteriak memanggil-manggil nama Roni.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari sudah malam Ayu belum juga lepas dari kesedihan dicampakan ,dilecehkan dihina dan ditinggalkan oleh kekasih yang sangat dicintainya.Ia terus menangis ia tak peduli matanya sudah bengkak karena menagis terus dari tadi siang.Dalam kesedihan itu ia sempat menghubungi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nomor HP Roni yang dulunya selalu ia hubungi jika ia diselimuti rindu.Harapan ayu hancur sudah memiliki Roni untuk selamanya ,kekasihnya itu telah menjauh darinya ,mungkin utntuk selamanyaWaktu terus berputar .Tak terasa dua tahun sudah berlalu di sebuah kamar kos seorang gadis kurus ,dengan mata cekung menangis meratapi nasibnya . Setelah menuggu dengan waswas swlama satu minggu akhirnya Ia diponis mengidap penyakit HIV aids ,tadi siang di sebuah klinik priksa darah. Berat badannya yang turun drastis,diare yang selalu mnyerangnya tanpa sebab yang jelas dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai penyakit lain yang selalu datang silih berganti membuat dirinya memberanikan diri untuk melakukan priksa darah itu. Dan apa yang dikhawatirkannya selama ini tenteng penyakit yang menakutkan itu terbukti sudah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“maaf kan aku ya tuhan “Ayu menangis mengingat nasibnya kini.ia teringat saat-saat ia melayani pelanggan-pelanggannya dahulu.Dulu ia enjoy aja melayani pelanggannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanpa memperhitungkan dengan serius&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;resiko tertular penyakit mematikan ini.ia menyesal,mengapa ia seceroboh itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padahal ia mungkin bisa mencegah hal seperti ini dengan menggunakan pengaman.Tapi apa boleh buat nasi telah menjadi bubur ,penyealan saat ini sudah tak berguna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Oh ,Roni!” Ayu tiba-tiba ingat dengan mantan kekasihnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Roni.Ayu ingat betapa bernafsunya mereka melakukan hubungan layaknya suami istri kala cinta mereka berubah menjadi nafsu.”Dia kena ,Roni kena juga oh! “Ayu menagis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi .ia menyesal telah melibatkan orang yang paling dikasihinya itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kejurang neraka dunia.Hati ayu semakin pedih .pil tablet yang didapatnya tadi siang di buanya keluar jendela.ia merebahkan dirinya ke lantai ,pisau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karatan yang terlihatnya sepintas di bawah meja memanggil-manggilnya ,dengan pandangan kosong yang samar-samar tangan kirinya telah berumuran darh teriris pisau karatan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di hiruk pikiknya jalanan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; denpasar pedagang koran menjajakan korannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di persimpangan jalan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Koran,koran,koran Pak!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Beli satu dik!” minta pengendara mobil yang terjebak lampu merah kepada anak kecil pedagang koran itu.Mata pengendara itu terbelalak dan jantungnya berdegup kencang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;setelah membaca sepintas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang pengidap HIV aids&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bernama ayu mati bunuh diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di kamar kos yang alamatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia masih ingat betul.Bukan berita kematian itu yang membuat jantungnya berdegup kencang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;HIV aids yang disandang mayat itulah membuatnya ketakutan setengah mati.Keringat dingin mengucur deras membasahi dahinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Ron ! sudah hijau ayo jalan!”suruh wanita cantik yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;duduk di sebelah Roni.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Oh ya,yaa!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“kamu kenapa sih kok tegang begitu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Oh nggak!”Pikiran roni melayang jauh “ Ayu kena HIV ?” tanya roni dalam hati ,jantungnya semakin mau copot saja saat secara sepintas ia membaca kalau ayu di beritakan telah menderita aids stadium lanjut,yang artinya sudah lama ayu mengiap penyakit itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Dia kena Aids ,Ahh aku juga kena donk?”kata roni dalam hati.Keringat dinginya terasa semakin deras mengucur membasahi dahinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setelah sadar kalau dirinya belakangan ini sering sekali terserang diare dan mudah sekali sakit .Ia melirik wanita cantik disampingnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;,ia berencana menikahinya bulan depan karena pacarnya itu sudah telat 2 bulan . Roni benar-benar lemas ,tenaganya seperti disdot sesuatu,ia tak mampu lagi menyetir mobilnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan seketika itu ia meminggirkan mobilnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;da berhenti secara mendadak.karena saking mendadaknya kepalanya sempat membentur setir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi tak seberapa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Ron kamu kenapa sih ,tak karuan begitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhenti mendadak begitu untung jalanan disini agak sepi”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Aaa,akk!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Ya kenapa kamu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Ak,aku kena aids !”badan Roni lunglai dan pacarnya yang mulutnya masih menganga itu pinsan seketika.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by:Wong Deso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8967966072267664997-2035178693758633418?l=seloge.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967966072267664997/posts/default/2035178693758633418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8967966072267664997/posts/default/2035178693758633418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seloge.blogspot.com/2008/05/cerpen.html' title='CERPEN'/><author><name>Gede Suartika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16591835724184293570</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_Dq6683HNcjg/TAORb6QysLI/AAAAAAAAAR4/jYdof4p_MVs/S220/1.jpg'/></author></entry></feed>
